Sang Pecinta

0
25

“Kalau hati kita suci, niscaya kita tidak akan pernah puas dengan membaca Al Qur’an. Aku benci bila sehari saja tidak melihat mushaf” begitu kata Sang Pecinta.

Itulah kata-kata Sang Pecinta yang sampai saat ini dikenang oleh kaum muslimin. Dia adalah Utsman bin ‘Affan. Konon katanya mushaf Al Qur’an milik Utsman banyak yang robek karena terlalu sering dibaca.

Dari rasa cintanya pada Al Qur’an itulah saat ia menjadi khalifah ketiga kaum muslimin, Utsman menyusun Al Qur’an dalam bentuk mushaf yang di masa sebelumnya masih berupa tumpukan Shuhuf-shuhuf dan sekaligus menyatukan gaya bahasanya (Qira’at).

Sampai saat ini jasanya masih terlihat disetiap mushaf-mushaf yang kita baca, yang kita kenal sebagai mushaf utsmani.

BAGI
Artikel sebelumnyaBeginilah Seharusnya Pemimpin
Artikel selanjutnyaSuami Hebat
Dedi Suwandi aktif sebagai karyawan Yayasan Nuurusshiddiiq Cirebon. Hal itu diyakininya sebagai cara untuk bisa belajar lebih banyak dari orang lain. Belajar untuk sukses, tentang kesabaran, tentang perjuangan hidup, bahkan tentang hal sederhana yang kerap dilupakan orang; bersyukur. Selama lebih dari 5 thn menjalani aktifitas, memberinya pengalaman hidup yang menurutnya patut dirangkai, kemudian dibagikan kepada orang lain. Dedi, panggilan akrab pria asal Jatibarang ini, lahir di Indramayu 25 Februari 1982.

TULIS BALASAN

Tuliskan komentar!
Tuliskan nama di sini