Beginilah Seharusnya Cinta

0
51

Hari itu ka’bah ramai sekali dikerumuni kaum Quraisy. Saat itu seorang lelaki sedang dikeroyok, kemudian datanglah Abu Bakr Ash Shiddiq. Mengetahui bahwa yang sedang didorong dan ditarik-tarik kaum Quraisy itu adalah Rasulullah, Abu Bakar dengan tidak mempedulikan tubuh yang kurus dan lemahnya dia menerjang masuk menerobos orang-orang kafir dan menghalangi mereka menjamah Nabi.

Dengan lantang Abu Bakar berucap “Apakah kalian hendak membunuh orang yang mengatakan Rabbku adalah Allah?!”

Mendengar hal itu kaum Quraisy kemudian melepaskan Rasulullah namun malah mendatangi Abu Bakar.

Kemudian Abu Bakar dibopong oleh mereka dan seketika itu juga Abu Bakar dibanting dengan keras hingga jatuh ke tanah. Wajahnya yang mulia berlumuran darah karena dipukuli sampai raganya tak berdaya kemudian pingsan.

Dibawalah beliau ke rumahnya dengan keadaan tak berdaya. Setelah siuman kalimat pertama yang beliau ucapkan adalah “Bagaimana keadaan Rasulullah? Demi Allah, aku tidak akan makan atau minum apapun hingga aku melihat keadaan Rasulullah dengan mata kepalaku sendiri”.

Dengan langkah yang gontai, Abu Bakar berjalan didampingi ibunya menuju rumah Al-Arqam bin Abi Arqam yang disana ada Rasulullah. Sesampainya disana, dipeluklah Abu Bakar oleh Rasulullah “Demi Allah wahai Rasulullah, aku ini tidaklah apa-apa, hanya wajahku saja yang terluka” lirihnya.

Sebesar itulah cinta Abu Bakar kepada Rasulullah hingga dia rela mempertaruhkan nyawanya. Tak peduli apa yang dia derita yang penting orang yang dicintainya selamat.

Begitulah seharusnya cinta.

BAGI
Artikel sebelumnyaWaktu
Artikel selanjutnyaBeginilah Seharusnya Pemimpin
Dedi Suwandi aktif sebagai karyawan Yayasan Nuurusshiddiiq Cirebon. Hal itu diyakininya sebagai cara untuk bisa belajar lebih banyak dari orang lain. Belajar untuk sukses, tentang kesabaran, tentang perjuangan hidup, bahkan tentang hal sederhana yang kerap dilupakan orang; bersyukur. Selama lebih dari 5 thn menjalani aktifitas, memberinya pengalaman hidup yang menurutnya patut dirangkai, kemudian dibagikan kepada orang lain. Dedi, panggilan akrab pria asal Jatibarang ini, lahir di Indramayu 25 Februari 1982.

TULIS BALASAN

Tuliskan komentar!
Tuliskan nama di sini