Tuhan Maha Asyik

0
449

Bagaimanapun dalam hakikatnya yang tertinggi, tuhan itu impersonal, tunggal, eka, tauhid. Mbah sujiwo tejo mengenalkan kita kepada Tuhan secara menyeluruh [holistic], yang sejatinya membutuhkan pengkajian dan pemahaman mendalam.

Lewat kisah-kisah singkat dan berbagai analogi yang mengena, Sujiwo Tejo mengajak kita meluaskan hati dan pemikiran untuk menampung ide tentang ketuhanan yang lebih gampang dan tentunya yang lebih asyik.

Penulis berpesan tidak boleh monopoli makna berketuhanan, hal ini didasari oleh pemahaman penulis kata ataupun bahasa memiliki keterbatasan dalam menjelaskan suatu fakta, seperti tertuang dalam bab “Bahasa 1”, pada bab “cacing”, “zat” dan “Gincu”. Digambarkan bahwa pemaknaan akan sesuatu (tuhan) ditentukan oleh persepsi atau mindset  yang di tentukan oleh lingkungan sosial, seperti pengalaman dan pendidikan.

Pada bagian-bagian selanjutnya, penulis mengajak pembaca untuk melakukan pendekatan diri Tuhan secara holistic, tanpa ada pihak yang memonopoli kebenaran bagaimana berhubungan dengan tuhan, yang menurut penulis juga diterapkan oleh institusi keagamaan.

Tuhan tidak butuh symbol, melainkan ekspresi berketuhanan yang terlihat dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Lebih lanjut penulis mendorong adanya upaya toleransi dalam berkeyakinan dan berketuhanan.

Dalam obrolan di bab “Marhaen”, penulis juga secara tidak terasa membawa pembaca untuk mengkritisi dan menyimak secara cerdas terhadap dogma-dogma keagamaan yang disakralkan dengan cara membuka ruang logika dan ruang pikiran selama ini lumpuh bila dihadapkan terhadap dogma-dogma keagamaan.

Dalam bahasa bab “Zat”, semua orang bisa memiliki penafsiran yang berbeda terhadap apa yang sama tampak dan dilihatnya, dan itu sah-sah saja tergantung pemaknaan dan dari perspektif mana kita memandang, termasuk beragamnya cara orang melindungi diri, yang bisa saja dengan cara berpura-pura.

Ternyata membaca Tuhan Maha Ayik memang asyik. Siapa pun dan apa pun latar belakang paham keagamaanya, selama masih punya hati, akan mendapatkan pencerahan dalam pemahaman keagamaan dan akan memandang bahwa keberagamaan dalam beragama adalah suatu keniscayaan yang sebetulnya mampu menciptakan keindahan dan harmoni dalam kehidupan.

Cirebon, 7 April 2017

 

Judul               : TUHAN MAHA ASYIK

Penulis             : Sujiwo Tejo dan Dr MN Kamba

Peresensi         : Kang Bilad

Harga              : 50.000,-

Hal                  : 246;14x cm

Penerbit           : Imania

Tahun              : November  2016 M

Kota                : Depok

TULIS BALASAN

Tuliskan komentar!
Tuliskan nama di sini