Seputar Abil

0
143
abil

Minggu (19/03/2017), Abil bocah kelas 4 SD yang menurut kabar sering berjualan makanan ringan di depan kampus Unindra setiap hari sepulang dari sekolah.

Bapaknya Abil pedagang cilor (aci pakai telor), kadang jualan seblak, pendapatan paling besar 50.000 per hari. Karena kesulitan ekonomi ini, dua kakak Abil putus sekolah. Kakak pertama putus sekolah, kakak kedua cuma sampai kelas 3 SMP, terpaksa keluar karena 3 tahun nggak bayaran sekolah. Kakak ketiga masih kelas 1 SMP itupun nunggak 3 bulan. Sedangkan adik Abil masih usia 3 tahun.

 

Mereka tinggal di rumah kontrakan, baru 3 bulan di kontrakan yang sekarang, tapi sudah nunggak dari awal ngontrak. Katanya sih kalau minggu depan nggak bayar, bakal diusir.

 

Anak-anak ini masih semangat sekolah, semoga biaya pendidikan dan kebutuhan untuk beberapa hari juga dicukupi. Dan yang jelas, mungkin bantuan usaha yang lebih baik buat orang tuanya, agar ke depannya lebih baik.

 

Semoga Allah mudahkan…

BAGI
Artikel sebelumnyaNgaca di Spion
Artikel selanjutnyaJadi Dubes, Yuddy Chrisnandi Silaturahmi ke Pondok Pesantren Nuurusshiddiiq
Dedi Suwandi aktif sebagai karyawan Yayasan Nuurusshiddiiq Cirebon. Hal itu diyakininya sebagai cara untuk bisa belajar lebih banyak dari orang lain. Belajar untuk sukses, tentang kesabaran, tentang perjuangan hidup, bahkan tentang hal sederhana yang kerap dilupakan orang; bersyukur. Selama lebih dari 5 thn menjalani aktifitas, memberinya pengalaman hidup yang menurutnya patut dirangkai, kemudian dibagikan kepada orang lain. Dedi, panggilan akrab pria asal Jatibarang ini, lahir di Indramayu 25 Februari 1982.

TULIS BALASAN

Tuliskan komentar!
Tuliskan nama di sini