Resensi Buku Saleh Ritual Saleh Sosial

0
209

Gus Mus adalah pendekar kehidupan yang bukan sekedar sanggup menemukan ketentraman dalam kecemasan, menggali kebahagian dari jurang derita, atau menikmati kekayaan di dalam kemiskinan. Lebih dari Gus Mus bahkan mampu membuat kegelapan itu tak ada. Karena yang ada pada beliau.dan bahkan beliaunya adalah cahaya.

Kita menyembah dan mengabdi kepada Allah dalam sembayang kita, dalam puasa kita, dalam zakat kita, dalam haji kita, dalam pergaulan kemasyarakatan dengan tetangga dan sesama, pendek kata dalam segala gerak –langkah hidup kita.

Namun sayang, sering kali kita, bukan saja membatasi penyembahan dan pengabdian dalam ritus-ritus khususseperti itu, bahkan dengan itu kita masih pula mengandalkannya dalam pengertian Fiqhi-nya yang lahiriyah. Gerak-laku kita di dalamnya sering kali hanya sekedar gerak-laku rutin yang koson makna.

Dari sinilah agaknya bermula ungkapan dikotomis yang sungguh tidak menguntungkan bagi kehidupan beragama di kalangan kaum muslim; yaitu ungkapan tentang adanya kesalehan ritual di satu pihak dan kesalehan sosial di pihak yang lain. Padahal kesalehan dalam islam hanya satu, yaitu kesalehan muttaqi (hamba yang bertaqwa), atau dengan istilah lain, mukmin yang beramal saleh. Kesalehan yang mencakup sekaligus ritual dan sosial.

Judul               : SALEH RITUAL SALEH SOSIAL

(Kualitas Iman, Kualitas Ibadah, Kualitas Akhlak Sosial)

Penulis             : GUS MUS (K.H.A. Mustofa Bisri)

Peresensi         : Kang Bilad

Harga              : 50.000,-

Hal                  : 204;14×220 cm

Penerbit           : DIVA Press

Tahun              : Mei 2016 M

Kota                : Yogyakarta

 

TULIS BALASAN

Tuliskan komentar!
Tuliskan nama di sini