Ngaca di Spion

0
149

Nggak sedikit orang, menilai orang lain dari penampilan. Pernahkah kita menjumpai orang di pinggiran jalan, yang meminta-minta hanya untuk sesuap nasi?

Dari 100 orang yang sering kita jumpai, 60 orangnya adalah orang yang sebenarnya mampu untuk bekerja, dan usaha atau bisa dibilang orang yang malas untuk berusaha.

Atau pernah juga kita menilai orang yang berpenampilan rapih, yang memakai dasi, jas dan lain-lain adalah orang yang mampu? Namun sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu menutupi kekurangan nya hanya karena tidak mau dikasihani. Karena mereka merasa masih mampu untuk mencari kerja, merasa mampu untuk berusaha, padahal sebenarnya mereka butuh uluran tangan kita.

So apa kita masih mau menilai orang dari penampilan?

Yuk sekali-kali kita pakai spion kendaraan kita untuk melihat orang lain.

BAGI
Artikel sebelumnyaLo Keren Kalau Naik Angkot
Artikel selanjutnyaSeputar Abil
Dedi Suwandi aktif sebagai karyawan Yayasan Nuurusshiddiiq Cirebon. Hal itu diyakininya sebagai cara untuk bisa belajar lebih banyak dari orang lain. Belajar untuk sukses, tentang kesabaran, tentang perjuangan hidup, bahkan tentang hal sederhana yang kerap dilupakan orang; bersyukur. Selama lebih dari 5 thn menjalani aktifitas, memberinya pengalaman hidup yang menurutnya patut dirangkai, kemudian dibagikan kepada orang lain. Dedi, panggilan akrab pria asal Jatibarang ini, lahir di Indramayu 25 Februari 1982.

TULIS BALASAN

Tuliskan komentar!
Tuliskan nama di sini