Merah Putih Kita Masih Sama Kawan

0
122

Akhirnya kami mengerti kenapa Merah Putih mereka lusuh.

Akhirnya kami mengerti bila anak-anak di Desa Sungkung II, Kec. Siding, Bengkayang, Kalimantan Barat ini sumbang menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Mereka bahkan punya dua mata uang, rupiah dan ringgit. Jangan heran bila anak sekolah membeli makanan di kantin gunakan ringgit. Mereka yang tidak sekolah bahkan lebih kenal ringgit dari pada rupiah. Karena mereka ada di perbatasan, jalan kaki beberapa jam saja sudah bisa masuk Serawak, Malaysia.

Tak heran jika banyak anak putus sekolah, karena mereka merasa tidak punya masa depan. Lulus SD dan lulus SMA sama-sama pada akhirnya kerja di ladang. Dan mereka lebih memilih kerja di ladang milik toke-toke Malaysia karena bayarannya lebih besar.

Tetapi, kami menyaksikan anak-anak Sungkung masih punya semangat belajar tinggi. Meski lusuh dan sobek seragam mereka, meski hanya kantong plastik sebagai tas mereka dan tanpa alas kaki. Meski keseharian aktifitas warga tanpa listrik sama sekali.

 

BAGI
Artikel sebelumnyaSudah Cek NSQ Juara.com Belum?
Artikel selanjutnyaTuhan Maha Asyik
Dedi Suwandi aktif sebagai karyawan Yayasan Nuurusshiddiiq Cirebon. Hal itu diyakininya sebagai cara untuk bisa belajar lebih banyak dari orang lain. Belajar untuk sukses, tentang kesabaran, tentang perjuangan hidup, bahkan tentang hal sederhana yang kerap dilupakan orang; bersyukur. Selama lebih dari 5 thn menjalani aktifitas, memberinya pengalaman hidup yang menurutnya patut dirangkai, kemudian dibagikan kepada orang lain. Dedi, panggilan akrab pria asal Jatibarang ini, lahir di Indramayu 25 Februari 1982.

TULIS BALASAN

Tuliskan komentar!
Tuliskan nama di sini