Mari Siapkan Kurban bersama Nuurusshiddiiq

0
111

Idul Adha merupakan moment yang spesial bagi umat Islam. Tanpa terasa, 18 Hari lagi Idul Adha akan menyapa kita semua. Pernahkah kita berfikir, ternyata di luar sana masih banyak masyarakat yang hanya mengkonsumsi daging setahun 1-2 kali saja. Sudahkah kita mempersiapkan kurban terbaik kita tahun ini?

Kurban ditetapkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai bagian dari Syariah Islam, syiar dan ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagai rasa syukur atas nikmat kehidupan. Di syariatkannya kurban sebagai simbol pengorbanan, ketaatan dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada hamba-Nya. Kurban sendiri berarti pendekatan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Bagi seorang muslim atau keluarga muslim yang mampu dan memiliki kemudahan, sangat dianjurkan untuk berkurban. Binatang yang boleh digunakan untuk berkurban adalah binatang ternak, unta, sapi dan kambing jantan atau betina.

Yayasan Nuurusshiddiiq yang fokus terhadap edukasi merasa perlu mengambil bagian dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah dengan mengambil peran dalam rutinitas ibadah kurban. Dari kegiatan ini sendiri diharapkan semakin banyak pintu kebaikan yang disiapkan untuk orang tua siswa yang berlebih secara harta dan kemampuan.

Kurban ini juga akan melibatkan seluruh karyawan, siswa dan santri dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban maupun panitia penyembelihan, agar menjadi sarana pendidikan syariat kurban. Selain itu juga akan terjalin tali silaturahmi dan tali persaudaraan yang kuat. Dengan demikian, selain mendapatkan amal jariyah yang terus mengalir, juga mampu membahagiakan sesama melalui kurban.

Mari siapkan kurban terbaikmu tahun ini.

 

BAGI
Artikel sebelumnyaNuurusshiddiiq Apaan Sih?
Artikel selanjutnyaSenyum
Dedi Suwandi aktif sebagai karyawan Yayasan Nuurusshiddiiq Cirebon. Hal itu diyakininya sebagai cara untuk bisa belajar lebih banyak dari orang lain. Belajar untuk sukses, tentang kesabaran, tentang perjuangan hidup, bahkan tentang hal sederhana yang kerap dilupakan orang; bersyukur. Selama lebih dari 5 thn menjalani aktifitas, memberinya pengalaman hidup yang menurutnya patut dirangkai, kemudian dibagikan kepada orang lain. Dedi, panggilan akrab pria asal Jatibarang ini, lahir di Indramayu 25 Februari 1982.

TULIS BALASAN

Tuliskan komentar!
Tuliskan nama di sini