Karena Hidup Terus Berjalan

0
170

Meskipun terjatuh, apapun caranya, berlari, naik sepeda, memanjat, berkendara, akan banyak pelajaran yang kita dapat.

Kita mengerti sebab apa terjatuh, kita bisa melihat apa saja yang bisa membuat kita terjatuh, untuk selanjutnya membuat kita lebih berhati-hati. Kita akan mengerti bahwa sebuah kesalahan, walau kecil, tetap bisa membuat kita tergelincir.

Tentunya, kita pun mengerti untuk tetap berjalan seimbang, kita harus terus mengayuh.

Setiap langkah kita penuh duri dan kerikil, itu pasti. Sebab tak satupun jalan perjuangan bertabur bunga, tak satupun jalan kebenaran halus seperti permadani. Tetap pijakkan kaki meski akan terluka, walau pun akan berdarah.
Belajar untuk menghadapi kerikil, menghindari duri agar langkah selanjutnya tak perlu banyak berdarah-darah.

Karena itu, ulurkan tangan kita saat orang lain terjatuh. Ingat, saat kita terjatuh ada orang lain yang rela merangkul, mengangkat, membangkitkan. Ada orang yang sanggup bangkit sendiri, namun ada kalanya seseorang membutuhkan pundak kita untuk bersandar, membutuhkan lengan kita sebagai tambatan untuk bangkit.

 

BAGI
Artikel sebelumnyaMilad Ke-40, Owner Batik Salma Dibanjiri Ucapan Selamat
Artikel selanjutnyaYasinan Yayasan
Dedi Suwandi aktif sebagai karyawan Yayasan Nuurusshiddiiq Cirebon. Hal itu diyakininya sebagai cara untuk bisa belajar lebih banyak dari orang lain. Belajar untuk sukses, tentang kesabaran, tentang perjuangan hidup, bahkan tentang hal sederhana yang kerap dilupakan orang; bersyukur. Selama lebih dari 5 thn menjalani aktifitas, memberinya pengalaman hidup yang menurutnya patut dirangkai, kemudian dibagikan kepada orang lain. Dedi, panggilan akrab pria asal Jatibarang ini, lahir di Indramayu 25 Februari 1982.

TULIS BALASAN

Tuliskan komentar!
Tuliskan nama di sini