Hikayat Siti Robi’ah Adawiyah

0
98

Diriwayatkan setelah suami dari Siti Robi’ah ‘Adawiyah meninggal dunia, Syeh Hasan Bashri dan teman-temannya bertamu kerumah Siti Robi’ah ‘Adawiyah. Buru-buru siti Robi’ah menerima para tamu tersebut sambil memasang hijab untuk menutupi antara kaum lelaki dan perempuan. Siti Robi’ah kemudian duduk di dalam hijab itu.

Kemudian Syeh Hasan Bashri mewakili teman-temannya berkata kepada Siti Robi’ah, “Wahai Siti Robi’ah! Anda kan telah lama ditinggal mati oleh suamimu, apakah anda berminat untuk mencari penggantinya?” Siti Robi’ah ‘Adawiyah menjawab dari balik Hijab, “Iya saya berminat! Tapi siapakah yang paling pandai diantara tuan-tuan saya bersedia untuk dinikahkan dengannya?”

Para tamu menjawab, “Yang paling alim adalah Syeh Hasan Bashri.” Kemudian Siti Robi’ah Adawiyah berkata, “Wahai Syeh Hasan Bashri! Jika anda bisa menjawab empat masalah yang saya ajukan ini, maka silahkan diri saya dinikahi olehmu!”

Syeh Hasan Bashri menjawab, “Jika Allah memberikan taufik kepadaku, maka masalah itu akan bisa saya jawab, silahkan ajukan saja permasalahannya sekarang!”

Siti Robi’ah Adawiyah lalu mengajukan pertanyaannya, “Wahai Syeh Hasan Bashri! Bagaimanakah menurut pendapatmu jika saya meninggal nanti apakah saya akan membawa iman atau tidak?”

Hasan Bashri menjawab, “Masalah ini berkenaan dengan perkara Ghoib, tidak ada seorangpun yang mengetahui kecuali Allah”.

Siti Robi’ah berkata, “Baiklah, sekarang permasalahan yang kedua. Bagaimana menurutmu, jika saya sudah dikubur kemudian kedatangan dua Malaikat Mungkar dan Nakir,  apakah saya bisa menjawab pertanyaannya atau tidak?”

Syeh Hasan Bashri menjawab seperti tadi.

Siti Robi’ah melanjutkan pertanyaannya yang ketiga, “Ketika manusia sudah dikumpulkan pada hari kiamat, terus dibagikan buku catatan amal kepada pemiliknya masing-masing, apakah buku catatan amal saya akan diterima dengan tangan kanan atau kiri?”
Syeh Hasan Bashri menjawab seperti tadi.

Siti Robi’ah bertanya, “Ketika seluruh manusia dipanggil, yang segolongan kesurga, yang segolongan lagi ke neraka, lalu ada di golongan manakah saya ini?” Syeh Hasan Bashri menjawab seperti yang pertama yakni semuanya bertalian dengan alam ghoib, jadi tidak ada seorangpun mengetahui secara pasti kecuali Allah swt.

Selanjutnya Siti Robiah Adawiyah berkata, “Seseorang yang sedang bingung dengan empat perkara ini, bagaimana mungkin akan mengurusi perkara pernikahan. Ya Hasan! Berapa bagian Allah swt membuat Akal?” Jawabnya, “Sepuluh bagian, sembilan bagian untuk kaum lelaki dan satu bagian untuk kaum perempuan”.

Siti Robiah bertanya lagi, “Berapa bagiankah Allah menjadikan Syahwat?” Jawab Syeh Hasan Bashri, “Sepuluh bagian, sembilan bagian untuk kaum perempuan dan satu bagian untuk kaum laki-laki.”

Setelah mendengar jawaban dari Syeh Hasan Bashri seperti itu, kemudian Siti Robi’ah Adawiyah berkata,” Wahai Syeh Hasan Bashri! Kami kaum perempuan dapat menjaga sembilan bagian dari syahwat dengan satu bagian akal saja, kenapa anda kaum lelaki tidak dapat menjaga satu bagian syahwat dengan sembilan bagian akal?”

Mendengar jawaban dari Siti Robi’ah Adawiyah seperti itu, Syeh Hasan Bashri menangis dan kemudian bersama teman-temannya permisi untuk kembali kerumahnya masing-masing.

TULIS BALASAN

Tuliskan komentar!
Tuliskan nama di sini