Hikayat Sayyidina Umar Bin Khattab RA

0
134

Diriwayatkan dari Qois bin Khazim, bahwa pada suatu hari Sayyidina Umar bin Khattab berangkat ke negara Syam dengan mengendarai seekor unta bergantian dengan khodamnya, dengan cara setiap melewati pos maka harus turun dari punggung unta untuk gantian.

Ketika sudah mendekati pintu kota Syam, kebetulan giliran untuk naik unta adalah giliran Khodamnya. Maka kemudian naiklah khodamnya itu ke atas punggung unta, sedangkan Sayyidina Umar berjalan kaki dengan menuntun kendali Unta, kebetulan ketika itu jalanan banjir lagi.

Ketika Sayyidina Umar bin Khattab sedang dalam keadaan seperti itu datanglah Abu ubaidah bin Al-Kharroj Gubernur Syam saat itu, beliau adalah salah satu shohabat dari sepuluh shohabat Nabi saw yang diberi khabar gembira akan masuk surga.

Beliau kemudian berkata kepada Sayyidina Umar bin Khattab, “Wahai Amirul Mu’minin! Sesungguhnya para pembesar negara Syam seluruhnya keluar akan menyambut kedatangan tuan, kiranya tidak pantas jika mereka mendapati keadaan tuan dalam keadaan seperti ini “.

Sayyidina Umar bin Khattab menjawab, “Wahai Abu Ubaidah! Bagi saya cukuplah Allah yang memberi penghormatan kepadaku, oleh Islam saya telah diajari untuk tidak memperdulikan omongan atau gunjingan orang lain kepadaku.”

Demikianlah salah satu sifat tawadlu yang dicontohkan oleh seseorang yang memiliki keimanan yang paripurna. Beliau sama sekali tidak mengharapkan pujian atau penghormatan dari sesama makhluk, akan tetapi hatinya sudah cukup puas asalkan Allah swt ridlo dengan apa yang ia kerjakan.

TULIS BALASAN

Tuliskan komentar!
Tuliskan nama di sini