Hikayat Orang Thaif Ketika Diajak Untuk Beriman Kepada Allah SWT

0
106

Diriwayatkan, setelah Rosululloh saw di tinggal mati oleh pamannya Abu Tholib dan istrinya Siti Khodijah Al-Kubro. Orang-orang Quraisy semakin berani dan bertambah-tambah tindakannya memusuhi Rosululloh saw. Kemudian Rosululloh saw berangkat ke Tha’if di temani oleh Shohabat Zaid bin Kharitsah, untuk berdakwah di sana.

Yang pertama kali didatangi oleh Rosululloh saw adalah tiga orang pemimpin Tsaqif atau Tha’if, yaitu Abu Yalail, Mas’ud dan Khubaib. Abu Yalail ketika di ajak masuk islam ia berkata, “Allah betul-betul telah mengutusmu?” Mas’ud berkata, “Apakah tidak ada orang lain lagi yang akan diutus oleh Allah selain dari kamu?”

Sedangkan Khubaib berkata, “Saya tidak akan berbicara kepada kamu, sebab jika memang benar kamu itu utusan Allah, tentu saya akan merasa risih karena pasti akan datang bahaya kepadaku. Jika kamu bohong kepada Allah maka saya pun tidak akan bicara kepada kamu.” Tetapi akhirnya, ada diantara mereka yang memeluk agama Islam yaitu Mas’ud dan Khubaib.

Selanjutnya orang Tha’if mengerahkan orang-orang bodoh dan para budak-budak serta anak-anak kecil untuk mengusir dan melempari Nabi saw dengan batu sampai-sampai Nabi saw darahnya bercucuran membasahi badannya yang mulia, kaki serta sendal beliau. Beliau lalu kembali ke Makkah dengan perasaan penuh keprihatinan.

Ketika Nabi saw sedang dalam perjalanan ke Makkah datanglah Malaikat penjaga gunung dengan mengucapkan salam kepada Nabi agar Nabi memerintahkan kepada dirinya sekehendak Nabi, jika Nabi menghendaki Jabal Abi Qubais dan Jabal Qiqi’an untuk di tindihkan kepada mereka, maka malaikat penjaga gunung akan melaksanakannya. Akan tetapi Nabi saw beliau bersabda, “Wahai Malaikat! Saya tidak bermaksud merusak mereka, tetapi saya berharap agar Allah swt menjadikan turunan mereka, anak cucu mereka adalah orang-orang yang beriman dan mau beribadah kepada Allah swt”.

Demikianlah salah salah satu contoh akhlaq Nabi yang mulia yang dicontohkan kepada kita sebagai ummatnya, walaupun Nabi di sakiti sedemikian rupa, akan tetapi Nabi tidak mau membalasnya  sedikitpun. Sehingga banyak orang yang memeluk agama Islam di zaman itu yang di sebabkan karena melihat keindahan akhlaq beliau.
Karena memang seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa Rosululloh saw diutus oleh Allah itu karena untuk menyempurnakan akhlaq manusia di muka bumi ini, seperti yang tersebut di dalam hadits beliau, “Innamaa bui’ts-tu li-utammima makaarimal akhlaaqi.” (sesungguhnya aku di utus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlaq).

TULIS BALASAN

Tuliskan komentar!
Tuliskan nama di sini