Dunia Itu Menipu

0
1052

Alkisah, seekor rusa sedang melihat bayangannya dari sebuah sungai yang jernih airnya. Dia melihat tanduknya yang kokoh dan kuat. Bercabang dengan begitu indahnya. Sangat gagah, menunjukkan status sosial yang bergengsi di kehidupan belantara.

Sang rusa beralih melihat ke tubuhnya. Tubuh yang atletis sangat serasi dengan tanduk yang hiasi kepalanya. Rusa pun seperti seakan tersenyum. Namun sesaat kemudian senyumnya lenyap, bayangan kaki yang muncul di permukaan sungai sangat tidak sepadan dengan tanduk dan tubuhnya. Sangat kecil, tidak semestinya kakinya kecil seperti ini.

Tiba-tiba datanglah seekor harimau yang siap memangsa rusa. Rusa dengan gesit berlari. Kakinya yang kecil memudahkan dia untuk bergerak dengan lincah. Harimau jauh tertinggal. Rusa lega, dia selamat dari terkaman harimau.

Namun, secara tak sengaja tanduk indahnya tersangkut di ranting pohon yang terjuntai. Sekuat tenaga dia berusaha untuk melepaskan diri. Namun gagal, dan rusa akhirnya menyerah, tanduk indahnya masih tersangkut. Sementara harimau sudah tepat dihadapannya segera menerkam rusa.

Sungguh Tragis. Kaki kecil rusa yang seakan remeh ternyata selamatkannya dari kejaran harimau. Namun justru tanduk kebanggaannya yang buat rusa celaka.

1
2
BAGI
Artikel sebelumnyaAdzan
Artikel selanjutnyaRakergab NSQ 2016
Dedi Suwandi aktif sebagai karyawan Yayasan Nuurusshiddiiq Cirebon. Hal itu diyakininya sebagai cara untuk bisa belajar lebih banyak dari orang lain. Belajar untuk sukses, tentang kesabaran, tentang perjuangan hidup, bahkan tentang hal sederhana yang kerap dilupakan orang; bersyukur. Selama lebih dari 5 thn menjalani aktifitas, memberinya pengalaman hidup yang menurutnya patut dirangkai, kemudian dibagikan kepada orang lain. Dedi, panggilan akrab pria asal Jatibarang ini, lahir di Indramayu 25 Februari 1982.

TULIS BALASAN

Tuliskan komentar!
Tuliskan nama di sini