Adzan

0
203

Teman saya yang kebetulan non-muslim bertanya kepada saya, “Kenapa kalau adzan harus dibunyikan keras dengan speaker pula?”

Saya yang bukan ahli agama kemudian berpikir sejenak mencari jawaban yang mudah dicerna. Saya menjawab seperti ini, “Adzan itu adalah panggilan sholat, pasti dong namanya panggilan tidak mungkin dengan cara yang sama seperti berbicara atau berbisik-bisik”.

Teman saya membalas, “Tapi kan orang-orang di sekitar tidak semuanya muslim?”

Saya jawab lagi, “Benar, kita sekarang sedang ada di bandara, dengar kan announcement (pengumuman) bandara selalu memberikan panggilan boarding? Apakah kamu juga mempertanyakan ke mereka mengapa melakukan panggilan boarding pesawat yang lain keras-keras padahal bukan panggilan pesawatmu?”

Dia tersenyum namun membalas lagi, “Tapi kan hari gini semua orang sudah tau dengan tekhnologi jam berapa waktu sholat apa. Apa masih harus adzan keras-keras?”

Saya pun kemudian menjawab, “Ya, setiap penumpang juga kan sudah tau jadwal penerbangannya sejak pesan dan memegang tiket, kemudian check-in, sudah tercetak jadwal keberangkatannya di boarding pass, sudah masuk ruang tunggu, tapi tetap bandara melakukan panggilan boarding bukan? Dan ada satu hal lagi mengapa adzan harus dikumandangkan, itu bukan hanya sebagai penanda sudah masuk waktu sholat tapi benar-benar panggilan sholat, karena kami harus menyegerakan sholat. Sama halnya semua penumpang harus menyegerakan masuk pesawat setelah panggilan boarding, walaupun masih ada waktu naik pesawat sampai pesawat tutup pintu.”

Kali ini senyumnya bertambah lebar, lalu dia setengah memeluk saya sambil menepuk-nepuk bahu saya dan berkata, “Super sekali”.

BAGI
Artikel sebelumnyaMaulid Nabi NSQ 2016
Artikel selanjutnyaDunia Itu Menipu
Dedi Suwandi aktif sebagai karyawan Yayasan Nuurusshiddiiq Cirebon. Hal itu diyakininya sebagai cara untuk bisa belajar lebih banyak dari orang lain. Belajar untuk sukses, tentang kesabaran, tentang perjuangan hidup, bahkan tentang hal sederhana yang kerap dilupakan orang; bersyukur. Selama lebih dari 5 thn menjalani aktifitas, memberinya pengalaman hidup yang menurutnya patut dirangkai, kemudian dibagikan kepada orang lain. Dedi, panggilan akrab pria asal Jatibarang ini, lahir di Indramayu 25 Februari 1982.

TULIS BALASAN

Tuliskan komentar!
Tuliskan nama di sini